ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Kudus – Gemar menikmati aneka minuman cepat saji yang berbahan dasar susu, Liduina Reka Wulandari (28) terdorong untuk membuat sendiri produk minuman serupa. Karena minuman yang biasa ia beli mengharuskannya merogoh kocek cukup dalam, tak ayal wanita yang akrab dipanggil Reka ini terdorong untuk bereksperimen membuat minuman berbahan dasar susu dari dapur sendiri.

“Dari situlah, saya bereksperimen membuat olahan minuman berbahan dasar susu murni. Apalagi tak hanya saya yang suka, namun kedua putri saya pun sangat gemar minum susu,” ungkapnya. Beberapa kali ia mencoba resep minuman lewat internet dan kemudian ia sesuaikan sendiri rasa yang diinginkan. Baik mencampurkan dengan bahan lain atau menambahkan aneka macam topping.

“Jadilah browsing resep dan mulai nyoba di rumah. Terus nyoba mix and match dengan varian rasa lain dan bahan lain,” ungkapnya seperti yang ditulis bisnisUKM.com.


Setelah hasil racikannya jadi, Reka kemudian menawarkan minuman olahan susu kepada sang suami, saudara, maupun tetangga untuk meminta penilaian. Ternyata banyak yang mengira minuman yang dibuat Reka bukan dari susu, karena sama sekali tak ada rasa eneg justru rasa enak yang mereka temukan.

Reka yang sejak melahirkan putri keduanya memutuskan untuk resign dari pekerjaan di sebuah perusahaan transportasi itu pun, mulai membuat standarisasi takaran dan menjadikan produk minuman susu buatannya sebagai peluang usaha.

“Kebetulan rumah berada di gang yang ramai dan berada di belakang sekolah, jadi lokasinya cukup strategis untuk membuka lapak. Sekaligus bisa disambi mengurus anak,” ujar ibu rumah tangga yang kini memiliki penghasilan sendiri tersebut. Dengan izin suami, akhirnya Reka pun mulai menjual aneka racikan minuman susu di depan rumahnya sejak tahun 2014 lalu.

Dibuat dari Susu Sapi Perah di Kudus
Bisnis teh susu rumahanIstri dari Fakhris ini memulai bisnis minuman serba susu dengan modal Rp 2,5 juta. Uang tersebut Reka gunakan untuk membeli gerobak, bahan dan peralatan secara berkala, karena beberapa peralatan sudah ada di rumah. Setiap hari, Reka membeli susu pada peternak sapi perah yang ada di Kudus. Susunya pun benar-benar murni dan segar, ia juga memastikan setiap hari susu yang ia beli harus habis hari itu juga.

“Bahannya susu murni sama bubuk rasa vanilla latte dan cocho almond yang saya beli dari Jakarta. Klo susu murni langsung ambil dari peternakan di Kudus. Sekarang saya mulai jualan di depan rumah dan merambah ke delivery order dengan 8 varian rasa. Di antaranya cocho mint, almond, delvi, vanilla latte, mocachino, greentea, taro, dan leci,” terang Reka.

Reka yang juga mempromosikan usahanya lewat blackberry messanger itu pun sukses mendatangkan banyak orderan. Setiap hari, untuk delivery order Reka melayani hingga 10 cup dengan harga Rp 5.000/ cupnya berisi 400 ml. Jika Sabtu pesanan meningkat bisa mencapai 20 cup. Kebanyakan konsumennya adalah para pegawai bank dan Rumah Sakit.

“Cara promosinya lewat sosmed, BBM, dan gethok tular. Keistimewaan minuman yang saya namai Milk Time ini selain dibuat dari susu murni fresh, toppingnya juga macam-macam seperti grass jelly, bubble perl, biji selasih, dan yang jadi favorit cocho almond,” paparnya.

Setiap tiga bulan sekali, Reka belanja bahan baku, berupa bubuk perasa senilai Rp 500 ribu, buble 5 kg, gas elpiji, cup, sedotan, dan lainnya. Ia mengaku, bisa balik modal selama satu bulan. Reka pun membuka lapaknya sejak pukul 9 pagi sampai susu habis atau sekitar jam 19.00 WIB. “Paling cepat jam 4 sore sudah habis. Sehari bisa menghabiskan 2 sampai 3 liter susu,” kata ibu dari Aura dan Aira ini.

Alami Pasang Surut Usaha
Milk TimeDua tahun usahanya berjalan, Reka pun mengalami pasang surut usaha. Kesibukannya mengasuh dua orang putri, membuatnya kurang fokus dalam mengembangkan usaha. Meski begitu ia pun bersyukur bisnis minuman Milk Time tersebut bisa tetap berjalan hingga saat ini.

“Targetnya bisa terjual 50 cup per hari. Tetapi yang penting bisa jalan dan bisa untuk tambahan income yang lumayan,” celetuknya.


Mengatasi persaingan serupa, Reka pun tetap menjaga kualitas rasa yang khas. Meski bahan baku naik, tapi tidak akan merubah rasa dan bahan baku susu murni yang masih segar. Satu bulan menjalani usahanya, Reka pun membuka kemitraan Milk Time dengan investasi senilai Rp 6 juta.

“Mitra akan mendapat gerobak, empat bubuk perasa bebas memilih, blender, sedotan 2 pack, dan cup 100 pcs,” jelasnya. Sebagai ibu rumah tangga yang merintis bisnis di rumah, Reka kini mampu menghasilkan income sendiri sekitar Rp 2 juta per bulan. Selain itu, kedepannya ia tetap ingin membesarkan usahanya dan bisa membuka outlet atau cabang di mall besar yang ada di Jawa Tengah.(BisnisUKM.com)


About azam

"Mamalia Darat" yang diprogram untuk diuji, Lihat Profil lengkapku ....
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

1 komentar:

Berkomentarlah Sebelum Komentar Itu Berbayar! ;)
(No Spam/Porn/Sara/Promo)


Top