ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Medang Kamulan


Medang kamulan, sebuah dusun di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan ini Konon diyakini merupakan sebuah kerajaan, yang melegenda hingga saat ini, yakni Kerajaan Medang Kamulan.
“Di Desa Banjarejo ini memang diyakini jadi tempat berdirinya kerajaan Medang Kamulan. Kerajaan ini dulunya dipimpin seorang raksasa Prabu Dewata Cengkar. Selama ini, sudah banyak penemuan benda kuno di desa ini,” kata Kepala Desa Banjarejo Ahmad Taufik.
Penemuan benda kuno tersebut, mirip pondasi yang terbuat dari tumpukan batu bata. Panjang pondasi yang sudah sempat digali dan terlihat ini ada 40 meter. Membentang dari arah utara menuju ke selatan.
Batu bata yang ditemukan bentuknya lebih besar dibandingkan batu bata yang lazim saat ini. Panjang batu bata itu 30 cm, lebarnya 20 cm, dan ketebalannya 8 cm. Warnanya juga lebih merah dibandingkan batu bata saat ini.
Tinggi bangunan mirip pondasi itu sekitar 40 cm. Lebarnya ada 30 cm. Tumpukan paling atas ditaruh batu bata yang dipasang dengan posisi melintang. Sementara batu bata pada tiga tumpukan dibawahnya dipasang dengan posisi berdiri.

petilasan AJi saka - source MuriaNews
Adanya penemuan bangunan kuno itu menyebabkan banyak warga yang datang ke lokasi. Selain warga sekitar Medang Kamulan, banyak pula orang dari desa tetangga dan luar kota yang mulai datang ke lokasi bersejarah itu.Selama sepuluh tahun terakhir, di Medang Kamulan sudah banyak benda bersejarah peninggalan kerajaan kuno Dewata Cengkar yang ditemukan di wilayah Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan ini. Antara lain, Punden Tempat sesaji, koin emas, perhiasan kuno, guci, hingga fosil binatang purba.
Punden sesaji-Source Murianews
untuk info lebih detailnya Langsung aja Ke Medang Kamulan desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan ini itung-itung wisata sejarah. Banyak hal yang kita peroleh. ingat JASMERAH, Jangan Sekali-kali Melupakan sejarah.( MuriaNews.Com)

5 Kesalahan Finansial Yang Harus Dihindari Pelaku Bisnis

Di tengah perekonomian yang serba tidak jelas seperti sekarang ini, kita semua tentu memerlukan manajeman keuangan yang handal dan efektif. Seperti kita ketahui bersama, manajeman atau perencanaan keuangan merupakan salah satu hal terpenting yang harus dipersiapkan semua orang, termasuk bagi para pelaku bisnis agar kondisi keuangan usahanya bisa terus stabil di tengah gonjangan krisis ekonomi.

Nah, agar kondisi keuangan bisnis Anda bisa terus berjalan dengan seimbang. Berikut ini kami informasikan Lima kesalahan yang sering kali dilakukan para pelaku bisnis dalam mengatur keuangan usaha.

Pertama, membiarkan rekening bank dalam keadaan kosong. Seorang entrepreneur pada umumnya tidak terlalu mempedulikan jumlah kas yang ada di tangan. Saat memiliki sejumlah tabungan, entrepreneur biasanya akan langsung menginvestasikan uang tersebut ke usahanya. Meskipun investasi yang dilakukan dapat memiliki potensi pengembalan ROI yang besar, namun di sisi lain ada resiko kegagalan yang bisa membuat keadaan bisnis Anda semakin memburuk, misalnya terjadi perubahan trend di pasar yang tidak menguntungkan bisnis Anda.

Bisa dikatakan ketika kita memiliki sejumlah kas yang ada di tabungan ibarat kita memiliki asuransi kehidupan. Anda tidak tahu apa yang akan terjadi baik di kehidupan bisnis maupun di kehidupan personal Anda di masa depan, mungkin saja sewaktu-waktu Anda membutuhkan uang kas dalam waktu singkat. Sehingga ada baiknya bila Anda tidak membiarkan rekening bank dalam keadaan kosong.

Kedua, menghabiskan uang tanpa mempedulikan ROI. Untuk setiap uang yang Anda habiskan untuk perusahaan, seharusnya memiliki potensi ROI yang jelas. Jangan pernah terlalu mengejar branding kecuali jika Anda dapat memperkirakan tingkat pengembaliannya. ROI tidak selalu positif, itu sebabnya Anda perlu menganalisanya terlebih dahulu meskipun harus tetap memiliki tujuan pengeluaran yang jelas dan dapat memberikan timbal balik pada perusahaaan.

Ketiga, terlalu hemat. Jangan berhemat pada biaya yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis Anda, bahkan ketika bisnis Anda belum menghasilkan keuntungan yang banyak. Kehidupan berhemat yang Anda piker lebih lebih efektif dan efisien justru bisa memberikan dampak buruk untuk jangka panjang, misalnya kelelahan yang berlebih karena terlalu banyak mengerjakan urusan bisnis seorang diri.

Keempat, ketidakteraturan yang menyebabkan biaya ekstra. Ketidakteraturan adalah racun. Tenggat waktu terlewat, biaya tidak terkontrol dan barang-barang yang hilang, semuanya akan menjadi gangguan saat Anda ingin mengembangkan bisnis Anda. Untuk menghindarinya, buatlah sistem organisasi yang memungkinkan Anda untuk menjaga sesuatu pada tempatnya, sehingga Anda dapat bekerja secara efektif dan efisien.

Kelima, tidak mengetahui kapan saatnya untuk berhenti. Memberikan investasi baru ke bisnis Anda ketika seharusnya berhenti adalah salah satu masalah yang sering terjadi. Anda seharusnya sudah memiliki traksi (pelanggan yang membayar) dalam beberapa bulan setelah memulai bisnis. Jika Anda menggunakan definisi lain dari ‘traksi’, maka Anda hanya membodohi diri sendiri dan membuang-buang waktu Anda.

Sementara Anda sibuk mengerjakan bisnis Anda dan mencoba untuk membuat hal besar berikutnya, tetap control dan awasi manajemen keuangan perusahaan Anda. Karena kesalahan finansial seperti di atas dapat mengacaukan perjalanan bisnis Anda ke depan.(BisnisUKM.com)

PELUANG BISNIS GULA SEMUT, MANIS RASANYA MANIS UNTUNGNYA

Kali Ini saya akan berbagi tentang bagaimana membuka peluang bisnis Gula Semut. tak hanya itu, kami tentang Target pasar bisnis Gula Semut, serta Analisa ekonomi dalam menjalankan bisnis Gula Semut ini.
Bagi kalangan masyarakat Jawa, gula kelapa atau gula merah mungkin sudah tidak asing lagi di telinga mereka. Sebab, hampir setiap harinya banyak makanan dan minuman yang diproduksi dengan menggunakan gula kelapa. Bahkan saat ini bisa dikatakan penggunaan gula kelapa tidak hanya untuk skala rumah tangga namun juga mulai dibutuhkan sebagai bahan baku industri, sebut saja seperti industri kue, kecap, dan lain sebagainya.

Selain diproduksi menjadi gula cetak, saat ini gula kelapa juga mulai dikembangkan dalam bentuk serbuk atau kristal. Biasanya gula kelapa serbuk ini dikenal masyarakat dengan nama gula semut atau gula kristal. Tak seperti gula cetak pada umumnya, tekstur serbuk pada gula semut membuatnya dapat bertahan lama dalam jangka waktu yang cukup lama, yakni hingga dua tahun tanpa mengalami perubahan warna dan rasa jika dibungkus dalam ruangan kedap udara.

Bukan hanya itu saja kelebihan yang dimiliki gula semut, ada banyak manfaat yang terkandung dalam serbuk gula semut sehingga banyak masyarakat yang mulai mengkonsumsinya untuk kepentingan kesehatan. Bahkan warga negara asing pun rela berlomba-lomba mengimpor gula semut dari Indonesia untuk memenuhi keperluan mereka sehari-hari.

Melihat permintaan pasarnya yang masih sangat tinggi, tidak ada salahnya bila Anda memanfaatkan celah tersebut untuk mendatangkan keuntungan besar setiap bulannya dari peluang bisnis gula semut.

Target Pasar
Sekarang ini pengrajin gula semut skala rumahan sudah mulai bermunculan di pelosok Indonesia. Beberapa sentra industri gula semut yang cukup terkenal antara lain dari Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, dan Kabupaten Lebak, Banten. Tidak hanya pasar lokal saja yang mereka sasar, namun beberapa diantaranya mulai merambah pasar ekspor ke mancanegara.

Seperti misalnya tahun lalu sebanyak 380 pengrajin gula semut di Banjarnegara telah tersertifikasi dan setiap bulannya mampu menghasilkan sekitar 15 ton gula semut untuk selanjutnya diekspor ke Amerika dan pasar Eropa. Petani gula semut di Semarang juga mendapatkan pesanan 200 ton per bulan untuk dikirim ke Turki, ada juga pelaku bisnis gula semut dari Kabupaten Lebak, Banten, yang tiap bulannya mengirimkan 20 – 30 ton gula semut ke pasar Australia karena tingginya permintaan masyarakat di negara kangguru tersebut.

Info Bisnis Gula Semut
Popularitas gula semut saat ini telah mendunia. Di pasar bebas, gula semut disebut juga sebagai brown sugar, palm sugar, palm zuiker, atau powdered coconut sugar. Saat ini permintaan terhadap gula semut terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, padahal di Indonesia sendiri produk gula semut hampir seluruhnya dihasilkan oleh industri rumah tangga dan pelaku usaha kecil menengah (UKM)

Dinamakan gula semut karena bentuk dari gula ini sangat mirip dengan rumah semut yang bersarang di tanah. Umumnya bahan dasar yang digunakan untuk membuat gula semut adalah nira yang berasal dari pohon kelapa, siwalan ataupun pohon aren. Gula semut yang berkualitas bagus biasanya berwarna kuning cerah, memiliki aroma khas kelapa yang kuat dan ukuran kristalnya juga seragam serta bersifat kering.

Proses pembuatan gula semut pada dasarnya tidak berbeda dengan cara produksi gula cetak, yakni melalui proses pengambilan air nira yang dilakukan oleh penderes kelapa (sebutan petani nira). Untuk bisa menghasilkan gula semut setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 4 jam hingga air nira benar-benar siap untuk dibuat gula semut.

Berikut ini adalah prosedur standar yang perlu dilakukan pada proses pembuatan gula semut :

Penyaringan nira dengan bantuan saringan 150 mesh
Pastikan standarisasi pH nira sekitar 6.5
Pemanasan nira dalam wajan stainless sampai benar-benar mengental sambil terus diaduk
Pengadukan dengan intensitas yang lebih cepat perlu dilakukan setelah suhu mencapai 120 0 Biasanya kondisi ini ditandai dengan munculnya buih atau gelembung yang lebih banyak dan kecil-kecil.
Setelah suhu mencapai 125 0C perlu dilakukan pengecilan api pada kompor. Proses ini umumnya ditandai dengan terbentuknya kristal pada bagian pinggir wajan penggorengan, sambil terus dilakukan pengadukan secara cepat.
Proses pemanasan mulai dihentikan dan wajan penggorengan bisa diangkat dari atas kompor.
Pengadukan secara cepat tetap dilanjutkan hingga terbentuk kristal gula semut.
Pengayakan kristal menggunakan ukuran 10 mesh dan 18 mesh
Terakhir keringkan pada suhu 600C selama 2 jam (hingga kadar air kurang dari 3 %)
Kemas dengan packaging produk yang menarik dan gula semut pun siap dipasarkan.
Sebagai catatan, bila di daerah Anda tidak ditemukan nira sebagai bahan bakunya dan Anda juga tidak memiliki banyak waktu maupun tenaga untuk memproduksi sendiri gula semut, Anda bisa bekerjasama dengan para petani gula ataupun pengrajin gula semut yang ada di sekitar Anda untuk kemudian memasarkan produknya dengan cara mengemas ulang dengan packaging produk yang lebih menarik.

Keuntungan Bisnis Gula Semut

Seperti telah kita bahas sebelumnya, gula semut dari nira kelapa memiliki kadar air yang cukup rendah sehingga umur simpannya bisa lebih lama, dan dapat berfungsi sebagai pengganti gula pasir. Tidak hanya itu, gula semut ternyata juga rendah kalori sehingga banyak konsumen yang memanfaatkan gula semut untuk menjaga kesehatan mereka terutama untuk memenuhi kebutuhan makanan bagi penderita diabetes.

Melihat tingginya permintaan produk gula semut baik dari dalam maupun dari pasar luar negeri yang semakin hari kian meningkat pesat, tidak heran bila harga jualnya pun saat ini cukup tinggi. Bahkan jika dibandingkan, saat ini harga jual gula semut bisa dua sampai tiga kali lipat lebih mahal dari harga jual gula kelapa yang lain.

Kendala Bisnis Gula Semut
Tingginya permintaan produk gula semut ternyata belum bisa dibarengi dengan besarnya kapasitas produksi para petani. Sampai saat ini para pelaku bisnis gula semut masih menggunakan cara tradisional dalam proses produksinya. Mulai dari mengambil air nira dari pohonnya langsung yang tingginya kira-kira mencapai 30 meter, dan bukan hanya satu pohon yang dipanjat melainkan sekitar 25 pohon pada pagi hari dan kembali menyadap air nira pada sore hari. Proses produksinya pun memakan waktu yang cukup lama karena harus dimasak dan dikeringkan secara manual.

Disamping itu, kendala lain yang dihadapi pelaku UKM yaitu belum bisa konsisten dalam menjaga kualitas produk. Tak bisa kita pungkiri bahwa salah satu kendala yang sering dihadapi para pelaku industri rumahan atau pelaku usaha kecil menengah (UKM) yaitu belum memiliki quality control yang bagus sehingga kualitas produk yang dihasilkan belum bisa konsisten. Tentu kondisi ini cukup menyulitkan UKM, apalagi market yang dibidik adalah pasar luar negeri.

Strategi Pemasaran
Kendati keberadaaan gula semut di pasar dalam negeri belum begitu dikenal masyarakat. Namun siapa sangka bila gula semut ini menjadi salah satu produk komoditas ekspor yang bernilai jual cukup tinggi dengan jangkauan pasar yang terbilang luas yakni meliputi Taiwan, Jepang, Australia, Amerika, Turki, hingga Eropa.

Selama ini untuk mendapatkan calon buyer dari luar negeri, para pelaku bisnis gula semut aktif mengikuti berbagai macam pameran produk yang diselenggarakan pihak pemerintah maupun swasta. Strategi pemasaran inilah yang kemudian mendorong gula semut diprioritaskan untuk pasar ekspor.

Selanjutnya untuk memperkenalkan produk gula semut di pasar lokal, para pelaku UKM bisa mulai menciptakan inovasi baru seperti misalnya membuat gula semut dengan beberapa varian rasa. Contohnya gula semut rasa jahe, kunyit, temulawak, ginseng, dan lain sebagainya sehingga konsumen mulai tertarik dengan produk tersebut. Dan untuk mengedukasi pasar, Anda bisa menitipkannya di toko oleh-oleh, swalayan, toko produk herbal, atau bisa juga memanfaatkan media online untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Kunci Sukses
Melihat kapasitas produksi gula semut di Indonesia belum mampu memenuhi permintaan pasar dunia, yang perlu dilakukan UKM tentu tidak hanya meningkatkan kualitas produk namun juga menambah kapasitas produksi gula semut setiap harinya. Untuk peningkatan kualitas produk dapat dilakukan dengan quality control baik dari segi warna dan rasa gula, menambahkan produk dengan kemasan yang menarik, dan yang terpenting melengkapi produk dengan izin resmi dari dinas terkait, seperti misalnya izin BPOM, maupun halal MUI. Hal ini penting agar produk bisa lolos pasar ekspor.

Sedangkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, Anda bisa mulai menggandeng para petani nira (penderes) di berbagai daerah untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Pasalnya saat ini masih banyak petani gula di daerah pelosok Indonesia yang kesulitan mendapatkan pasar, karena kebanyakan dari mereka hanya fokus untuk produksi. Yang terpenting jangan lewatkan proses quality control agar setiap produk yang disetor dari para petani gula, memehui standar kelayakan produk yang Anda tetapkan.(BisnisUKM.com)

Analisa Ekonomi

Asumsi
Repackaging (mengemas ulang) gula semut dari petani gula
Harga jual gula semut Rp 20.000,00/ 250 gram
Modal awal
Hand sealer (mesin pengemas)                  Rp   350.000,00
Box container plastik                         Rp   200.000,00
Kemasan Stand-Up Pouch (1.000 pcs)            Rp   500.000,00
Stok awal gula semut curah (50 kg)            Rp 2.000.000,00
Total modal awal                              Rp 3.050.000,00

Penyusutan Alat selama 3 tahun
Penyusutan Hand sealer
Rp 350.000,00 x 1/36      = Rp 9.722,00
Box container plastic
Rp 200.000,00 x 1/36      = Rp 5.555,00+
Total penyusutan          = Rp 15.277,00/ bulan

Biaya Operasional Per Bulan
Kulakan gula semut selama 1 bulan
Rp 40.000,00 x 200 kg                          Rp 8.000.000,00
Kemasan dan label produk (1.000 pcs)           Rp   500.000,00
Listrik dan transportasi                       Rp   500.000,00
Biaya penyusutan alat                          Rp    15.277,00+
Total pengeluaran per bulan                    Rp 9.015.277,00

Omzet Per Bulan
Penjualan gula semut : 
Rp 20.000,00 x 700 pack                =       Rp 14.000.000,00
Laba Bersih Per Bulan
Rp 14.000.000,00 - Rp 9.015.277,00     =       Rp 4.984.723,00

ROI (Return of Investment)
Modal awal : Laba bersih per bulan     =       < 1 bulan
Setelah mendapatkan informasi seputar peluang bisnis gula semut, kini giliran Anda untuk segera mempraktekkannya langsung di lapangan dan kantongi untung besar setiap bulannya. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses!(BisnisUKM.Com)

Cak Nun, Akal Itu Ujung Jari Tuhan


Akal Itu Ujung Jari Tuhan, Cak Nun: Saya merasa heran, terkadang kagum, dan bahkan takjub melihat berbagai kecenderungan manusia sekarang, terutama dalam hubungannya dengan apa yang mereka sebut ‘akal sehat.’ Misalnya, kalau memang tidak benar-benar mau bekerjasama dengan Tuhan, kenapa tidak kita resmikan saja penghapusan sila pertama Pancasila. Saya tidak keberatan negara ini tak bertuhan, sebab memang tak ada kewajiban bagi negara untuk bertuhan. Yang ditagih oleh Tuhan kelak bukan negara, tapi manusia.

Monggo tidak bertuhan. Asalkan menjalani hidup dengan kesungguhan. Kalau demokrasi omongannya, ya demokrasi kelakuannya. Kalau teriak perikemanusiaan, ya jijik kepada perikehewanan. Kalau pamer hati nurani, ya jangan pakai cinta palsu. Kalau pidato membela rakyat, ya membela rakyat. Tuhan juga tak usah diperdebatkan: silakan menyebutnya Pangeran, Sang yang Wenang, Gusti, Allah, atau apa saja. Juga silakan tak usah ada istilah-istilah itu, biar menjadi bahasa pribadi kita masing-masing. Yang kita perlukan hanya sederhana: kita, manusia, bersungguh-sungguh menjalani kebersamaan hidup. Serius terhadap keadilan, kebenaran, kasih sayang, toleransi.

Yang kita alami sekarang ini adalah: Tuhan diakui, tapi tidak sungguh-sungguh. Allah disebut, tapi proforma dan iseng-iseng saja. Nama agama dijunjung, tapi ajarannya hanya dilaksanakan sebatas kondusif terhadap keperluan kita. Nabi kita rekrut untuk ngikut dan membenarkan langkah-langkah kita. Tuhan kita angkat sebagai ‘karyawan’ yang bekerja untuk karier pribadi dan sukses politik dan ekonomi kita.

Saya tidak keberatan seluruh dunia ini tidak pecaya Tuhan dan membuang agama. Silakan saja, tapi saya, anak istri, dan komunitas saya tidak ikut. Hanya, kalau memang Tuhan dinafikan, kenapa setengah-setengah? Kenapa tidak menggunakan kebebasan mutlak dan melampiaskan nafsu semerajalela mungkin. Kenapa tidak maling sebanyak-banyaknya, kenapa tidak curang dan licik sejadi-jadinya, menumpuk harta semewah-mewahnya dan kuasa sepanjang-panjangnya? Kalau tak ada Tuhan, untuk apa memperhatikan kebenaran, kebaikan, dan keadilan. Kalau nilai-nilai itu hanya bikinan manusia, untuk apa kita terikat padanya. Apa hebatnya manusia sehingga patuh kepadanya?

Yang saya kagum adalah banyak teman-teman yang sudah telanjur meremehkan Tuhan, sinis kepada akhlak, skeptic terhadap agama, tapi hidupnya sengsara. Sudah telanjur melakukan berbagai kebohongan, kecurangan, disinformasi, fitnah, sangka buruk, melakukan berbagai pelanggaran yang menyakiti kemanusiaan, yang membubarkan hukum, yang merusak tatanan nilai sosial — tapi hidupnya tidak sejahtera, tidak kaya, tidak berfoya-foya. Eman-eman tidak ada Tuhan kok tidak hidup berfoya-foya, kok tidak kawin sebanyak-banyak dan menggundik ganti seminggu sekali, kok tidak membunuh sana membunuh sini, kok tidak mengisap narkoba. Apa susahnya, toh tidak ada Tuhan. Nanti begitu maut datang, usailah segalanya.

Kalau memang tak ada Tuhan, kok tidak hidup ngawur. Kalau memang mengakui Tuhan, kok hidup ngawur. Kita ini seperti binatang, makhluk yang tidak berakal.

Jangan sebut: akal kita tidak sehat. Sebab akal pasti sehat. Yang tidak sehat, bukan akal. Tidak ada akal sehat, yang ada adalah akal, dan akal pasti sehat. Hati bisa sehat bisa tidak sehat, tapi akal pasti sehat. Hati bisa tertutup, tapi akal selalu terbuka. Hati bisa berpenyakit, dan biasanya manusia mempunyai kecenderungan untuk memperparah penyakit hati manusia. Tapi, akal kebal segala macam penyakit. Bagi Anda yang sudah pernah mendapatkan ilmu dan ketenteraman dari Quran, silakan perhatikan. Kitab itu menyebut hati dalam berbagai kemungkinan di antara sehat dan sakit. Tapi, akal disebut hanya dalam konteks kesesatan hidup.

Akal tidak sama dengan otak. Ayam dan kambing juga punya otak, tapi jangan bilang kambing berakal. Otak itu hanya hardware-machine dari suatu fungsi berpikir. Adapun akal itu suatu potensialitas rohaniah. Kita harus menggalinya sepanjang zaman, karena yang kita dapatkan darinya hanya gejala-gejala. Anda kenal inspirasi, kreativitas, ilham, ide, gagasan? Serpihan-serpihannya melompat dalam kandungan rahasia akal ke mesin memori dan kesadaran kita. Akal itu bagaikan ujung jari Tuhan yang menyentuhkan cintanya kepada kita untuk mentransfer cinta, silaturahmi, janji kasih, dan berbagai anugerah. Kalau dikatakan ada orang kehilangan akal, artinya ia mengalami keterputusan kontak dengan hidayah Tuhan. Pikirannya buntu dan otaknya terbengkalai. Jadi, otak bisa tidak sehat, cara berpikir bisa khilaf dan terpeleset, tapi akal selalu benar dan sehat. Yang tak sehat biasanya adalah metoda dan mekanisme berpikir.

Sudah jelas-jelas bikin sakit perut, tetap terus dimakan: itulah politik Indonesia. Sudah ratusan kali bikin bingung dan susah, tetap terus dijunjung-junjung: itulah bangsa Indonesia. Sudah dirasakan pahit dan pahit dan pahit, tetap saja digelari gula: itulah kepribadian Indonesia. Sudah terang-terangan menyusahkan rakyat, tetap saja diidolakan: itulah otak Indonesia. Layang-layang diperebutkan dan kertas cek diinjak-injak: itulah mata pandang Indonesia. Emas disepelekan, tinja diembus-embus: itulah hidung Indonesia. Terus-menerus salah pilih, tidak mau mengakui bahwa ia salah pilih, tidak mau belajar agar tak lagi salah pilih: itulah ilmu pengetahuan Indonesia.(Caknun.com)

(Dokumentasi Progress: Harian Republika kolom Refleksi Maret 2002)

Top