ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Lumpur Kesongo

Sumber Lumpur Kesongo merupakan sebuah keajaiban alam yang ada di KPH Randublatung. Ia terletak di petak 141 RPH Padas, BKPH Trembes dengan luas sekitar 100 Ha, berupa hamparan tanah kosong yang sebagian ditumbuhi rumput serta genangan air (rawa) dan menjadi tempat singgahnya beberapa jenis burung.

Dengan jarak sekitar 30 km dari arah Randublatung ke barat (Kecamatan Gabus, kabupaten Grobogan), Sumber Lumpur Kesongo memiliki keistimewaan, yaitu letupan-letupan lumpur dingin di setiap saat dan bersifat sporadic.

Selain itu pada titik ledakan yang dinamakan “keraton” bisa mengeluarkan letupan lumpur apabila dituang dengan susu cair. Letupan tersebut dipercaya bisa menggambarkan seberapa kuat dan besar keinginan pengunjung tentang suatu niat. Ritual ini bisa dilakukan dengan dipandu oleh jurukunci.

Kesongo ditetapkan sebagai situs ekologi oleh KPH Randublatung. Lokasi sekitarnya dimanfaatkan oleh masyarakat dukuh Pekuwon Lor dan Sucen mencari rumput wlingi (Scirpus grossus L.), rumput Grinting (Cynodon dactylon) dan Rumput Sunduk Welut (Cyperus difformis).

Kawasan kesongo juga merupakan habitat beberapa jenis burung (aves) seperti Bangau tong-tong (leptotilos javanicus), manyar jambul (Ploccus manyar), belibis (Dendrocygna javanica), Belibis Batu (Dendrocygna javanica), Alap-alap capung (Microhierax frigillarius).

Ditemukan pula 6 jenis amfibi, yaitu Katak Tegalan (Fejervarya limnocharis), Katak Hijau/Sawah (Fejervarya cancrivora), Bencok (Rana chalconota), Bangkong Kerdil (Limnonectes microdiscus), Kongkang Jengkrik (Rana nicobariensis), Katak Pohon Jawa (Rhacoporus javanus).

Kesongo dianggap keramat oleh penduduk sekitar karena ada kaitannya dengan legenda jawa Joko linglung. Konon di tempat tersebut pernah ada kejadian hilangnya 9 anak gembala yang ditelan oleh ular penjelmaan Joko Linglung.

Keajaiban lain di padang kesongo tersebut kadang juga terjadi letupan besar yang dinamai “kurdo” oleh masyarakat. Kurdo ini biasanya menelan korban berupa matinya puluhan burung yang bersarang di kawasan itu. Korban letusan berupa beberapa jenis burung oleh beberapa orang dimanfaatkan untuk lauk sehari – hari.

Pada jam-jam tertentu, kita bisa melihat segerombolan burung Bangau Tongtong dan sekawanan kerbau milik masyarakat yang dilepaskan di padang rumput.

Ini menjadi obyek yang menarik, selain pemandangan alam berupa hamparan lumpur lembab yang meletup-letup keluar dari perut bumi. (Grobogan.org)

Top